Materi TKA Kelas 12 TKJ

SMK Muhammadiyah 1 Pandaan

PERANGKAT JARINGAN, TOPOLOGI, DAN OSI/TCP-IP

A. Hafalan Perangkat Jaringan

1. Perangkat jaringan dan fungsi utamanya

No.PerangkatFungsi yang Harus Dihafal
1RouterMenghubungkan jaringan berbeda dan meneruskan paket berdasarkan alamat IP serta tabel routing.
2SwitchMenghubungkan perangkat dalam LAN dan meneruskan frame berdasarkan MAC address.
3HubMeneruskan sinyal yang diterima ke port lain tanpa mempelajari MAC address.
4Access Point (AP)Menghubungkan perangkat Wi-Fi ke jaringan.
5ModemMelakukan modulasi dan demodulasi sesuai teknologi komunikasi yang digunakan.
6ONTMengakhiri koneksi fiber optik pelanggan dan mengubah sinyal optik menjadi antarmuka yang dapat digunakan perangkat pelanggan.
7NICMenyediakan antarmuka jaringan pada komputer atau perangkat lain.
8ServerMenyediakan layanan atau sumber daya kepada client.
9ClientMengakses atau menggunakan layanan dari server.
10RepeaterMeregenerasi atau memperkuat kembali sinyal agar jangkauan transmisi dapat diperpanjang, sesuai teknologi yang digunakan.
11BridgeMenghubungkan segmen jaringan Layer 2 dan meneruskan frame berdasarkan MAC address.
12GatewayIstilah untuk titik penghubung menuju jaringan atau sistem lain; default gateway host umumnya berupa router yang digunakan untuk mencapai jaringan di luar subnet lokal.
13FirewallMengizinkan atau memblokir lalu lintas jaringan berdasarkan aturan keamanan.
14ProxyBertindak sebagai perantara antara client dan server untuk tujuan tertentu.
15Load balancerMendistribusikan permintaan atau beban kerja ke beberapa server atau tujuan.
16Wireless controllerMengelola access point terpusat pada jaringan yang mendukung arsitektur tersebut.
17Patch panelMengorganisasi dan mempermudah pengelolaan terminasi kabel jaringan.
18Rack serverMenempatkan dan mengorganisasi perangkat jaringan atau server.
19SFP/transceiverMenyediakan antarmuka transceiver untuk jenis koneksi tertentu, misalnya fiber optik atau tembaga, sesuai modulnya.
20Media converterMengubah jenis antarmuka atau media transmisi, misalnya Ethernet tembaga menjadi fiber optik.

2. Perbedaan perangkat yang sering keluar dalam soal

Hafalkan pasangan berikut:

  1. Router bekerja dengan paket dan informasi Layer 3; switch Layer 2 bekerja dengan frame dan MAC address.
  2. Hub tidak mempelajari MAC address; switch mempelajari MAC address sumber untuk membangun tabel MAC.
  3. Access point menyediakan konektivitas nirkabel; router menyediakan fungsi routing.
  4. Modem menangani konversi sinyal sesuai teknologi akses; router menentukan jalur paket antarjaringan.
  5. ONT mengakhiri koneksi fiber pelanggan; router meneruskan paket antarjaringan.
  6. NIC merupakan antarmuka jaringan pada perangkat akhir.
  7. Server adalah peran penyedia layanan; client adalah peran pengguna layanan.
  8. Firewall menerapkan aturan keamanan; switch meneruskan frame berdasarkan tabel MAC.
  9. Repeater membantu memperpanjang jangkauan sinyal; router menghubungkan jaringan IP.
  10. Patch panel mengorganisasi terminasi kabel; switch meneruskan lalu lintas jaringan.
Kata kunci soal:
  • Antarjaringan, tabel routing, alamat IP → Router.
  • MAC address, frame Ethernet, tabel MAC → Switch.
  • Meneruskan ke semua port tanpa mempelajari MAC → Hub.
  • Wi-Fi, koneksi nirkabel → Access point.
  • Fiber pelanggan, sinyal optik → ONT.
  • Penyedia layanan → Server.
  • Penerima layanan → Client.
  • Aturan mengizinkan atau memblokir trafik → Firewall.

B. Hafalan Cara Kerja Switch dan Router

3. Switch

  1. Switch Layer 2 bekerja dengan frame Ethernet.
  2. Switch mempelajari MAC address sumber dari frame yang diterima.
  3. MAC address yang dipelajari dikaitkan dengan port tempat frame masuk.
  4. Informasi tersebut disimpan dalam tabel MAC.
  5. Jika MAC tujuan diketahui, switch meneruskan frame melalui port yang sesuai.
  6. Jika MAC tujuan belum diketahui, switch umumnya melakukan flooding ke port-port dalam VLAN yang sama, selain port masuk.
  7. Frame broadcast juga diteruskan dalam domain broadcast yang sesuai, dengan pengecualian port masuk.
  8. Switch tidak secara otomatis meneruskan komunikasi antarjaringan IP berbeda hanya karena perangkat terhubung ke switch yang sama.
  9. VLAN dapat memisahkan satu switch menjadi beberapa broadcast domain.
  10. Switch Layer 3 dapat menjalankan routing apabila fitur tersebut tersedia dan dikonfigurasi.

4. Router

  1. Router meneruskan paket IP antarjaringan.
  2. Router menggunakan tabel routing untuk menentukan jalur berikutnya.
  3. Router dapat menghubungkan subnet yang berbeda.
  4. Default gateway pada komputer biasanya merupakan alamat antarmuka router pada subnet komputer tersebut.
  5. Router tidak selalu melakukan NAT; NAT merupakan fungsi tambahan yang harus tersedia dan dikonfigurasi.
  6. Routing dapat menggunakan rute statis atau protokol routing dinamis.
  7. Router biasanya memisahkan broadcast domain Layer 2 antarmuka yang berbeda.
  8. Router membaca alamat IP tujuan untuk menentukan keputusan penerusan paket.
  9. Ketika paket diteruskan melalui router, frame Layer 2 yang membungkus paket berubah sesuai jaringan pada setiap hop.
  10. Alamat IP sumber dan tujuan pada paket biasanya tetap sama sepanjang perjalanan, kecuali terjadi mekanisme seperti NAT.

5. Domain collision dan broadcast

IstilahHafalan
Collision domainArea tempat transmisi dapat mengalami collision pada teknologi yang menggunakan mekanisme tersebut.
Broadcast domainArea yang menerima broadcast Layer 2 dalam VLAN atau segmen broadcast yang sama.
HubSemua port berbagi satu collision domain.
SwitchSetiap port biasanya menjadi collision domain tersendiri pada Ethernet switched full-duplex.
RouterUmumnya memisahkan broadcast domain antarmuka Layer 3.
VLANMemisahkan broadcast domain secara logis.

Jangan tertukar: collision domain dan broadcast domain adalah dua konsep yang berbeda.

C. Topologi Jaringan

6. Jenis topologi dan karakteristiknya

TopologiBentukKelebihanKekurangan
StarSemua perangkat terhubung ke titik pusatMudah dikelola dan gangguan kabel akses umumnya terisolasiMembutuhkan perangkat pusat; perangkat pusat dapat menjadi titik kegagalan
BusSemua perangkat berbagi kabel utamaStruktur sederhana dan kebutuhan kabel utama relatif sedikitGangguan kabel utama dapat berdampak luas; terminasi penting
RingPerangkat membentuk lingkaranJalur komunikasi tersusun dalam bentuk ringPada ring sederhana tanpa redundansi, gangguan satu titik dapat mengganggu komunikasi
MeshPerangkat memiliki beberapa koneksi antarnodeRedundansi jalur dan keandalan dapat meningkatBiaya, jumlah koneksi, dan kompleksitas meningkat
TreeSusunan hierarkis dari beberapa segmenCocok untuk jaringan bertingkat dan mudah diperluas secara terstrukturGangguan pada bagian hierarki atas dapat memengaruhi banyak perangkat
HybridGabungan beberapa topologiFleksibel mengikuti kebutuhan jaringanPerencanaan dan pengelolaan lebih kompleks

7. Hafalan dampak kerusakan topologi

  1. Star: kabel satu komputer putus → biasanya komputer tersebut yang terdampak.
  2. Star: switch pusat rusak → banyak atau seluruh komputer yang bergantung padanya dapat kehilangan koneksi.
  3. Bus: kabel utama putus → komunikasi banyak perangkat dapat terganggu.
  4. Bus: terminator tidak tepat → dapat terjadi pantulan sinyal dan gangguan komunikasi.
  5. Ring sederhana: satu titik putus → komunikasi ring dapat terganggu.
  6. Mesh: satu jalur putus → komunikasi masih mungkin melalui jalur lain jika jalur alternatif tersedia.
  7. Tree: perangkat atau link pada cabang tertentu rusak → cabang tersebut dapat terdampak.
  8. Hybrid: dampak kerusakan bergantung pada rancangan masing-masing segmen.

8. Jumlah koneksi pada mesh penuh

Untuk topologi mesh penuh dengan n perangkat, jumlah koneksi antarpasangan perangkat adalah:

L = [n(n-1)] / 2

Keterangan:
- L = jumlah koneksi.
- n = jumlah perangkat.

Contoh hafalan:
- 3 perangkat → 3 koneksi.
- 4 perangkat → 6 koneksi.
- 5 perangkat → 10 koneksi.
- 6 perangkat → 15 koneksi.
- 8 perangkat → 28 koneksi.
- 10 perangkat → 45 koneksi.

Rumus ini berlaku untuk mesh penuh sederhana, ketika setiap pasangan perangkat memiliki satu koneksi langsung.

D. Model OSI: Tujuh Layer

9. Urutan tujuh layer OSI

Urutan dari Layer 1 sampai Layer 7:

  1. Physical
  2. Data Link
  3. Network
  4. Transport
  5. Session
  6. Presentation
  7. Application

Hafalan inisial: P–D–N–T–S–P–A.

10. Fungsi setiap layer OSI

LayerNamaFungsi utamaContoh
7ApplicationLayanan jaringan untuk aplikasi penggunaHTTP, DNS, SMTP
6PresentationRepresentasi data, pengodean, dan transformasi formatEncoding, format data
5SessionPengelolaan sesi komunikasi dalam model OSIPengelolaan sesi
4TransportKomunikasi ujung ke ujung, segmentasi, port, dan mekanisme keandalanTCP, UDP
3NetworkPengalamatan logis dan routing paketIPv4, IPv6
2Data LinkPengiriman frame pada jaringan lokal dan penggunaan alamat MACEthernet, switch Layer 2
1PhysicalTransmisi bit melalui media fisikKabel, konektor, sinyal optik

11. Petunjuk soal untuk layer OSI

Kata kunci dalam soalLayer
Kabel putusPhysical
Konektor longgarPhysical
Sinyal lemahPhysical
Frame EthernetData Link
MAC addressData Link
Switch Layer 2Data Link
IP addressNetwork
Router dan routing IPNetwork
Paket IPNetwork
TCP atau UDPTransport
Port layananTransport
Pengurutan segmen TCPTransport
Layanan webApplication
Resolusi nama DNSApplication
Pengalamatan atau transformasi format dataPresentation, dalam konteks fungsi model OSI
Pengelolaan sesi komunikasiSession

Catatan: Perangkat atau protokol nyata dapat menjalankan fungsi yang melibatkan lebih dari satu layer. Untuk soal dasar, gunakan fungsi utama yang disebutkan dalam kasus.

12. PDU atau satuan data pada layer

PDU (Protocol Data Unit) merupakan istilah untuk satuan data yang ditangani pada suatu layer.

LayerIstilah yang umum digunakan
PhysicalBits
Data LinkFrame
NetworkPacket
TransportSegment untuk TCP; datagram untuk UDP
ApplicationData

Hafalan cepat: Bits → Frame → Packet → Segment/Datagram → Data
Istilah dapat bervariasi menurut protokol dan materi pembelajaran, tetapi urutan tersebut berguna untuk soal dasar.

E. Model TCP/IP

13. Empat layer TCP/IP

Layer TCP/IPFungsiContoh
ApplicationLayanan jaringan untuk aplikasiHTTP, HTTPS, DNS, DHCP
TransportKomunikasi antaraplikasi dan penggunaan portTCP, UDP
InternetPengalamatan dan penerusan paket IPIPv4, IPv6, ICMP
Network AccessAkses ke jaringan lokal dan media transmisiEthernet, Wi-Fi

14. Pemetaan OSI ke TCP/IP

OSITCP/IP yang umum digunakan
ApplicationApplication
PresentationApplication
SessionApplication
TransportTransport
NetworkInternet
Data LinkNetwork Access
PhysicalNetwork Access
Hafalan utama:
- OSI = 7 layer.
- TCP/IP = lazim disederhanakan menjadi 4 layer.
- OSI adalah model referensi.
- TCP/IP berkaitan dengan kumpulan protokol yang digunakan dalam komunikasi internet dan jaringan IP.

F. Protokol Jaringan

15. Protokol dan fungsinya

ProtokolFungsi utama
IPv4Pengalamatan dan penerusan paket IP versi 4
IPv6Pengalamatan dan penerusan paket IP versi 6
TCPTransport andal yang berorientasi koneksi
UDPTransport tanpa pembentukan koneksi seperti TCP
ICMPPesan kontrol dan diagnostik jaringan IP
ARPPemetaan alamat IPv4 ke MAC pada jaringan lokal
DNSResolusi nama domain atau hostname
DHCPPemberian konfigurasi jaringan secara otomatis
HTTPProtokol aplikasi web
HTTPSHTTP yang diamankan dengan TLS
FTPTransfer file
SFTPTransfer file melalui SSH
SSHAkses jarak jauh yang terenkripsi
TelnetAkses terminal jarak jauh tanpa enkripsi bawaan
SMTPPengiriman email
POP3Pengambilan email
IMAPAkses dan pengelolaan email
SNMPPemantauan dan pengelolaan perangkat jaringan
NTPSinkronisasi waktu jaringan
SyslogPengiriman atau pengumpulan pesan log sistem
TLSPengamanan komunikasi melalui enkripsi dan mekanisme autentikasi
LLDPPenemuan informasi perangkat tetangga pada jaringan lokal
STPMencegah loop Layer 2 pada topologi switch yang memiliki jalur redundan
RSTPVersi STP yang dirancang untuk konvergensi lebih cepat
OSPFProtokol routing dinamis berbasis link-state
BGPProtokol routing antarsistem otonom
RIPProtokol routing dinamis berbasis distance-vector dengan metrik hop count

16. TCP dibandingkan UDP

TCPUDP
Berorientasi koneksiTidak membentuk koneksi seperti TCP
Menyediakan mekanisme pengiriman andalTidak menyediakan keandalan dan pengurutan seperti TCP
Menggunakan acknowledgment dan retransmisi sesuai mekanismenyaOverhead protokol lebih sederhana
Menggunakan nomor urut untuk pengurutan dataTidak menjamin urutan pengiriman
Contoh: SSH dan HTTPS berbasis TCPContoh: DHCP dan banyak kueri DNS
Catatan penting:
- DNS dapat menggunakan UDP maupun TCP.
- HTTPS berbasis TCP umumnya menggunakan TCP port 443.
- HTTP/3 menggunakan QUIC di atas UDP.
- UDP bukan berarti selalu lebih cepat dalam setiap kondisi; kinerjanya bergantung pada aplikasi, jaringan, dan mekanisme yang digunakan.

IP ADDRESS, SUBNETTING, LAYANAN JARINGAN, DAN ROUTING

G. Hafalan IPv4

17. Konsep alamat IP

  1. IPv4 memiliki panjang 32 bit.
  2. IPv4 terdiri atas 4 oktet.
  3. Setiap oktet memiliki 8 bit.
  4. Nilai setiap oktet berkisar dari 0 sampai 255.
  5. IPv4 ditulis dalam bentuk desimal bertitik, misalnya 192.168.10.25.
  6. Alamat IP merupakan alamat logis pada jaringan IP.
  7. Subnet mask atau prefix membantu menentukan bagian jaringan dan bagian host.
  8. Alamat jaringan menunjukkan subnet tempat alamat IP berada.
  9. Broadcast address pada IPv4 konvensional digunakan untuk mengirim paket ke seluruh host dalam subnet.
  10. Host address merupakan alamat yang digunakan antarmuka perangkat dalam subnet sesuai aturan pengalamatan yang berlaku.
  11. Default gateway digunakan untuk mencapai jaringan di luar subnet lokal.
  12. Dua perangkat yang ingin berkomunikasi langsung pada subnet yang sama harus memiliki konfigurasi alamat dan prefix yang sesuai.
  13. IP statis dikonfigurasi secara manual atau ditetapkan secara tetap melalui mekanisme tertentu.
  14. IP dinamis biasanya diberikan menggunakan DHCP.
  15. Alamat IP dan MAC address memiliki fungsi berbeda.

18. Private IPv4 dan public IPv4

Rentang IPv4 private yang perlu dihafal:

RentangCIDRSubnet mask
10.0.0.0–10.255.255.25510.0.0.0/8255.0.0.0
172.16.0.0–172.31.255.255172.16.0.0/12255.240.0.0
192.168.0.0–192.168.255.255192.168.0.0/16255.255.0.0
Hafalan:
- Private 10.x.x.x termasuk rentang private.
- Private 172.x.x.x hanya berada pada rentang 172.16.x.x sampai 172.31.x.x.
- Private 192.168.x.x termasuk rentang private.
- Alamat private tidak dirutekan secara langsung melalui internet publik.
- NAT sering digunakan agar banyak perangkat dengan alamat private dapat berbagi satu atau beberapa alamat IPv4 publik.

19. Alamat khusus IPv4

Rentang/alamatFungsi
127.0.0.1Loopback IPv4
127.0.0.0/8Rentang loopback IPv4
169.254.0.0/16Link-local IPv4
0.0.0.0Alamat khusus yang maknanya bergantung pada konteks
255.255.255.255Limited broadcast IPv4
224.0.0.0/4Rentang multicast IPv4
192.0.2.0/24Rentang dokumentasi
198.51.100.0/24Rentang dokumentasi
203.0.113.0/24Rentang dokumentasi

Catatan: Alamat 169.254.x.x sering muncul ketika perangkat menggunakan mekanisme IPv4 link-local, misalnya setelah gagal memperoleh konfigurasi DHCP. Namun, alamat ini tidak membuktikan bahwa DHCP adalah satu-satunya penyebab gangguan.

H. Hafalan Subnet Mask

20. Subnet mask yang wajib dikuasai

PrefixSubnet maskJumlah alamat IPv4Host umum yang dapat digunakan
/24255.255.255.0256254
/25255.255.255.128128126
/26255.255.255.1926462
/27255.255.255.2243230
/28255.255.255.2401614
/29255.255.255.24886
/30255.255.255.25242

Untuk subnet IPv4 konvensional, jumlah host yang dapat digunakan biasanya dihitung dengan:

H = 2h - 2

Keterangan:
- H = jumlah host yang dapat digunakan.
- h = jumlah bit host.
- Dua alamat dikurangi untuk network address dan broadcast address pada subnet konvensional.
Pengecualian ada pada desain khusus, seperti prefix /31 untuk link point-to-point dan /32 untuk satu alamat host.

21. Pola jumlah alamat berdasarkan prefix

PrefixBit hostJumlah alamat
/248256
/257128
/26664
/27532
/28416
/2938
/3024

Pola hafalan: Setiap prefix bertambah satu bit, jumlah alamat subnet menjadi setengah dari sebelumnya.
Contoh: /24 = 256 alamat. /25 = 128 alamat. /26 = 64 alamat. /27 = 32 alamat. /28 = 16 alamat.

22. Rumus subnetting

  1. Jumlah bit host: h = 32 - prefix
  2. Jumlah alamat: N = 2^h
  3. Jumlah host yang dapat digunakan pada subnet konvensional: H = 2^h - 2
  4. Ukuran blok pada oktet subnet yang berubah: Ukuran blok = 256 - nilai subnet mask pada oktet tersebut
  5. Network address adalah alamat pertama pada subnet.
  6. Broadcast address adalah alamat terakhir pada subnet IPv4 konvensional.
  7. Rentang host berada di antara network address dan broadcast address.

23. Cara cepat menghitung subnet

Contoh: 192.168.10.70/26
- /26 berarti subnet mask 255.255.255.192.
- Ukuran blok oktet terakhir = 256 − 192 = 64.
- Kelompok subnet pada oktet terakhir dimulai dari 0, 64, 128, dan 192.
- Angka 70 berada pada kelompok 64–127.

Maka:
- Network address: 192.168.10.64
- Broadcast address: 192.168.10.127
- Rentang host: 192.168.10.65–192.168.10.126
- Jumlah host yang dapat digunakan: 62

Hafalan pola ukuran blok:
- Mask 128 → blok 128.
- Mask 192 → blok 64.
- Mask 224 → blok 32.
- Mask 240 → blok 16.
- Mask 248 → blok 8.
- Mask 252 → blok 4.

24. Contoh subnetting tambahan

IP/prefixNetwork addressBroadcast addressRentang hostHost yang dapat digunakan
192.168.1.10/24192.168.1.0192.168.1.255.1–.254254
192.168.1.130/25192.168.1.128192.168.1.255.129–.254126
192.168.1.70/26192.168.1.64192.168.1.127.65–.12662
192.168.1.35/27192.168.1.32192.168.1.63.33–.6230
192.168.1.18/28192.168.1.16192.168.1.31.17–.3014
192.168.1.10/29192.168.1.8192.168.1.15.9–.146
192.168.1.2/30192.168.1.0192.168.1.3.1–.22

25. Kesalahan subnetting yang sering terjadi

  1. Menganggap alamat network dapat digunakan sebagai alamat host biasa.
  2. Menganggap broadcast address dapat digunakan sebagai alamat host biasa pada subnet konvensional.
  3. Menghitung jumlah host tanpa mengurangi dua alamat khusus.
  4. Salah menentukan ukuran blok.
  5. Mengira semua alamat 172.x.x.x adalah private.
  6. Menganggap default gateway harus selalu berakhir dengan .1.
  7. Menganggap alamat IP yang berbeda pasti berada pada subnet yang berbeda.
  8. Mengabaikan subnet mask saat menentukan apakah tujuan berada pada subnet lokal.
  9. Menganggap komputer dalam subnet yang sama selalu dapat berkomunikasi, meskipun firewall atau konfigurasi Layer 2 dapat menghalanginya.
  10. Menganggap ping yang gagal selalu berarti perangkat tujuan mati.

I. Hafalan IPv6

26. Karakteristik IPv6

  1. IPv6 memiliki panjang 128 bit.
  2. IPv6 ditulis dalam kelompok heksadesimal yang dipisahkan titik dua.
  3. Contoh alamat dokumentasi IPv6: 2001:db8::10.
  4. IPv6 memiliki ruang alamat jauh lebih besar dibandingkan IPv4.
  5. IPv6 tidak menggunakan broadcast; IPv6 menggunakan multicast dan anycast.
  6. IPv6 menggunakan Neighbor Discovery untuk fungsi yang mencakup penemuan tetangga dan resolusi alamat link-layer.
  7. IPv6 menggunakan ICMPv6 untuk pesan kontrol dan diagnostik.
  8. Alamat link-local IPv6 umumnya berada dalam FE80::/10.
  9. Loopback IPv6 adalah ::1.
  10. Alamat tidak ditentukan (unspecified) adalah ::.
  11. Prefix 2000::/3 merupakan rentang global unicast yang umum digunakan.
  12. Prefix FC00::/7 dialokasikan untuk Unique Local Address.
  13. IPv6 tidak menggunakan ARP; fungsi terkait penemuan tetangga menggunakan Neighbor Discovery melalui ICMPv6.
  14. DHCPv6 dapat digunakan untuk konfigurasi alamat atau parameter jaringan tertentu.
  15. SLAAC memungkinkan perangkat membentuk alamat IPv6 menggunakan informasi router advertisement.

27. Perbedaan IPv4 dan IPv6

IPv4IPv6
32 bit128 bit
Desimal bertitikHeksadesimal dipisahkan titik dua
Contoh 192.168.1.10Contoh 2001:db8::10
Menggunakan ARP untuk pemetaan IPv4 ke MACMenggunakan Neighbor Discovery
Mendukung broadcastTidak menggunakan broadcast
NAT umum digunakan dalam banyak jaringanDirancang dengan ruang alamat sangat besar; NAT tidak wajib untuk setiap jaringan

J. Layanan Jaringan

28. DHCP

DHCP = Dynamic Host Configuration Protocol.

Fungsi:
- Memberikan alamat IP.
- Memberikan subnet mask atau prefix.
- Memberikan default gateway.
- Memberikan alamat server DNS.
- Mengatur masa sewa alamat IP (lease time).

Hafalan proses DHCPv4: DORA
1. Discover: Client mencari server DHCP.
2. Offer: Server menawarkan konfigurasi.
3. Request: Client meminta konfigurasi.
4. Acknowledge: Server mengonfirmasi pemberian konfigurasi.

Port DHCPv4:
- UDP 67: server.
- UDP 68: client.

29. DNS

DNS = Domain Name System.

Fungsi:
- Menerjemahkan nama domain atau hostname menjadi informasi yang dibutuhkan untuk menemukan layanan, termasuk alamat IP.
- Mendukung pengelolaan nama dan data jaringan.

Jenis record yang penting:
- A: nama ke alamat IPv4.
- AAAA: nama ke alamat IPv6.
- CNAME: nama alias ke nama kanonis.
- MX: informasi server penerima email untuk domain.
- NS: informasi server DNS otoritatif untuk zona.
- PTR: pemetaan reverse DNS dari alamat IP ke nama.
- TXT: data teks yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk validasi dan kebijakan email.

Port DNS:
- UDP 53 sering digunakan untuk kueri DNS.
- TCP 53 juga digunakan, misalnya untuk transfer zona dan kondisi kueri tertentu.

Hafalan kasus:
- Ping alamat IP berhasil, tetapi nama domain gagal → periksa DNS dan resolusi nama.
- Ping nama domain berhasil → nama berhasil di-resolve, tetapi belum membuktikan layanan web berjalan.
- DNS berfungsi → tidak otomatis berarti internet sepenuhnya berfungsi.

30. NAT

NAT = Network Address Translation.

Fungsi:
- Menerjemahkan alamat IP pada paket sesuai aturan yang dikonfigurasi.
- Umumnya digunakan untuk memungkinkan jaringan beralamat private berkomunikasi melalui alamat IPv4 publik.
- PAT/NAT overload memungkinkan banyak koneksi dibedakan dengan menggunakan nomor port.

Istilah:
- Static NAT: pemetaan tetap antara alamat tertentu.
- Dynamic NAT: pemetaan berdasarkan kumpulan alamat yang tersedia.
- PAT/NAT overload: banyak koneksi dapat berbagi alamat IP dengan pembeda seperti nomor port.

Hafalan:
- NAT bukan DHCP.
- NAT bukan DNS.
- NAT bukan routing itu sendiri, meskipun dapat digunakan bersama routing.
- NAT tidak otomatis menyediakan firewall lengkap.

31. VLAN

VLAN = Virtual Local Area Network.

Fungsi:
- Memisahkan jaringan Layer 2 secara logis.
- Memisahkan broadcast domain.
- Membantu segmentasi dan pengelolaan jaringan.
- Memerlukan routing Layer 3 agar host di VLAN berbeda dapat saling berkomunikasi.

Istilah penting:
- Access port: biasanya membawa trafik untuk satu VLAN pada koneksi ke perangkat akhir.
- Trunk port: membawa trafik beberapa VLAN melalui satu link, umumnya menggunakan penandaan VLAN seperti IEEE 802.1Q.
- Inter-VLAN routing: proses routing antar-VLAN.
- VLAN ID: pengenal VLAN.

Hafalan:
- VLAN berbeda tidak otomatis dapat berkomunikasi.
- Membuat VLAN tidak otomatis memberikan alamat IP.
- VLAN bukan subnet IP, tetapi biasanya dirancang berpasangan dengan subnet IP yang sesuai.

32. Routing

Fungsi routing:
- Menentukan jalur yang digunakan untuk meneruskan paket menuju jaringan tujuan.

Istilah:
- Static routing: rute dikonfigurasi secara manual.
- Dynamic routing: router mempelajari dan memperbarui rute melalui protokol routing.
- Routing table: berisi informasi rute yang digunakan untuk meneruskan paket.
- Next hop: router atau tujuan berikutnya yang menjadi arah penerusan paket.
- Default route IPv4: 0.0.0.0/0.
- Default route IPv6: ::/0.

Hafalan protokol routing:
- RIP: distance-vector, metrik hop count.
- OSPF: link-state.
- BGP: pertukaran informasi routing antarsistem otonom.

33. Port protokol yang wajib dihafal

PortProtokol/layananHafalan fungsi
TCP 20/21FTPTransfer file
TCP 22SSHAkses remote terenkripsi
TCP 23TelnetRemote terminal tanpa enkripsi bawaan
TCP 25SMTPPengiriman email antarsistem
TCP/UDP 53DNSResolusi nama
UDP 67/68DHCPv4Konfigurasi IP otomatis
TCP 80HTTPWeb
TCP 110POP3Pengambilan email
TCP 143IMAPAkses email
UDP 123NTPSinkronisasi waktu
UDP 161SNMPPemantauan perangkat
TCP 443HTTPSWeb aman berbasis TLS
TCP 445SMBBerbagi file dan layanan Windows tertentu
TCP 3389RDPRemote Desktop Protocol
TCP 22SFTPTransfer file melalui SSH

Catatan: Tabel ini menampilkan port umum, bukan seluruh kemungkinan konfigurasi. Beberapa protokol menggunakan port lain sesuai implementasi.

K. Troubleshooting Jaringan

34. Urutan diagnosis yang perlu dihafal

Ketika jaringan bermasalah:

  1. Identifikasi gejala.
  2. Periksa kondisi fisik: daya, kabel, konektor, dan indikator link.
  3. Periksa status NIC dan antarmuka jaringan.
  4. Periksa konfigurasi IP dan subnet mask.
  5. Periksa default gateway.
  6. Periksa DNS jika masalah berkaitan dengan nama domain.
  7. Lakukan pengujian konektivitas secara bertahap.
  8. Periksa VLAN, routing, dan firewall jika diperlukan.
  9. Periksa layanan atau server tujuan.
  10. Catat hasil sebelum melakukan perubahan konfigurasi.

35. Perintah jaringan yang umum

PerintahFungsi umum
pingMenguji keterjangkauan tujuan melalui pesan ICMP atau mekanisme yang digunakan sistem
tracertMelihat jalur paket pada Windows
tracerouteMelihat jalur paket pada banyak sistem Linux/Unix
ipconfigMelihat konfigurasi IP pada Windows
ipconfig /allMelihat detail konfigurasi jaringan Windows
ipconfig /releaseMelepas konfigurasi DHCP IPv4 pada antarmuka yang sesuai
ipconfig /renewMeminta pembaruan konfigurasi DHCP IPv4
ipconfig /flushdnsMenghapus cache DNS resolver Windows
nslookupMenguji resolusi DNS
arp -aMenampilkan cache ARP pada sistem yang mendukung
route printMenampilkan tabel routing pada Windows
netstatMenampilkan informasi koneksi dan statistik jaringan tertentu
ssMenampilkan informasi socket pada Linux
hostnameMenampilkan nama host
getmacMenampilkan alamat MAC pada Windows
ip addrMenampilkan alamat antarmuka jaringan di Linux
ip routeMenampilkan tabel routing di Linux

36. Hafalan gejala dan dugaan penyebab

GejalaPemeriksaan awal
Tidak ada lampu linkKabel, konektor, NIC, port switch, daya
Alamat IPv4 169.254.x.xPeriksa DHCP, VLAN, koneksi ke server DHCP, dan konfigurasi antarmuka
Bisa ping gateway, tetapi tidak bisa mencapai jaringan luarRouting, gateway, firewall, NAT jika digunakan, dan jalur WAN
IP tujuan dapat diakses, tetapi nama domain gagalDNS dan resolusi nama
Hanya satu komputer bermasalahKabel akses, NIC, konfigurasi IP, firewall, atau sistem komputer
Semua komputer pada satu switch bermasalahSwitch, daya, uplink, VLAN, atau perangkat bersama
Satu VLAN tidak dapat mengakses VLAN lainInter-VLAN routing, gateway, trunk, ACL/firewall
Link fisik naik-turunKabel, konektor, gangguan media, port, atau perangkat
Ping gagalBelum tentu perangkat mati; ICMP mungkin diblokir atau rute bermasalah
Aplikasi web gagal, tetapi ping berhasilDNS, port layanan, TLS, server aplikasi, proxy, atau firewall
DHCP tidak memberikan IPServer DHCP, pool alamat, VLAN, relay DHCP, atau konektivitas
Nama domain dapat di-resolve tetapi web tidak terbukaPort layanan, firewall, TLS, proxy, atau server web

MEDIA TRANSMISI, TELEKOMUNIKASI, ALAT UKUR, KEAMANAN, DAN K3LH

L. Media Transmisi Jaringan

37. Media transmisi utama

MediaKarakteristikKegunaan umum
UTPKabel tembaga twisted pair tanpa pelindung tambahanLAN Ethernet
STP/FTPKabel twisted pair dengan bentuk pelindung tertentu sesuai jenisnyaLingkungan yang memerlukan perlindungan terhadap gangguan elektromagnetik
CoaxialKonduktor inti dan pelindung berbentuk konsentrisSistem RF, televisi kabel, dan penggunaan tertentu
Fiber optikMengirim data menggunakan cahayaBackbone, akses broadband, dan koneksi jarak jauh
Gelombang radioMengirim data melalui gelombang elektromagnetikWi-Fi, seluler, radio komunikasi
MicrowaveKomunikasi radio berfrekuensi tinggi, sering menggunakan link terarahBackhaul dan koneksi point-to-point
VSATKomunikasi satelit menggunakan terminal dengan antena kecilLokasi terpencil atau area tanpa infrastruktur terestrial memadai
InfraredMenggunakan radiasi inframerahKomunikasi jarak dekat tertentu

38. Hafalan UTP dan STP

  1. UTP merupakan singkatan dari Unshielded Twisted Pair.
  2. STP merupakan istilah umum untuk kabel twisted pair berpelindung; detail konstruksi dapat berbeda menurut jenis kabel.
  3. Twisted pair menggunakan pasangan konduktor yang dipilin untuk membantu mengurangi gangguan elektromagnetik.
  4. Kabel UTP banyak digunakan pada jaringan Ethernet berbasis tembaga.
  5. STP/FTP dapat membantu mengurangi pengaruh gangguan elektromagnetik jika sistem kabel dan grounding dipasang dengan benar.
  6. Shielding yang tidak ditangani sesuai rancangan dapat menimbulkan masalah.
  7. Kabel tembaga membawa sinyal listrik.
  8. Fiber optik membawa sinyal dalam bentuk cahaya.
  9. Kabel jaringan harus sesuai dengan kategori, panjang, dan lingkungan pemasangannya.
  10. Kualitas terminasi dapat memengaruhi kinerja jaringan.

39. Kategori kabel Ethernet

KategoriHafalan umum
Cat5eUmumnya digunakan untuk Gigabit Ethernet hingga 100 meter pada instalasi yang memenuhi spesifikasi
Cat6Mendukung Gigabit Ethernet hingga 100 meter; 10 Gigabit Ethernet dapat didukung pada jarak lebih pendek sesuai kondisi instalasi
Cat6ADirancang untuk mendukung 10 Gigabit Ethernet hingga 100 meter pada instalasi yang sesuai
Cat7/Cat7AKategori kabel berpelindung dengan spesifikasi tertentu; penerapan bergantung pada standar dan sistem konektor
Cat8Ditujukan untuk aplikasi berkecepatan tinggi pada jarak lebih pendek, umumnya sampai 30 meter pada aplikasi yang ditentukan

Catatan: Kecepatan aktual bergantung pada kategori kabel, panjang kanal, konektor, instalasi, dan perangkat di kedua ujungnya.

40. Susunan kabel Ethernet

T568A:
1. Putih-hijau, 2. Hijau, 3. Putih-oranye, 4. Biru, 5. Putih-biru, 6. Oranye, 7. Putih-cokelat, 8. Cokelat

T568B:
1. Putih-oranye, 2. Oranye, 3. Putih-hijau, 4. Biru, 5. Putih-biru, 6. Hijau, 7. Putih-cokelat, 8. Cokelat

Hafalan:
- Straight-through secara tradisional menggunakan standar yang sama di kedua ujung.
- Crossover secara tradisional menggunakan T568A pada satu ujung dan T568B pada ujung lain.
- Banyak perangkat Ethernet modern mendukung Auto MDI-X sehingga crossover manual tidak selalu diperlukan.
- Nomor pin dan warna harus sesuai dengan standar yang dipilih.
- Kesalahan urutan kabel dapat menyebabkan link gagal atau kinerja tidak sesuai.

41. Konektor jaringan

KonektorPenggunaan umum
RJ45/8P8CEthernet berbasis twisted pair
LCKonektor fiber optik yang banyak digunakan pada transceiver
SCKonektor fiber optik berbentuk push-pull
STKonektor fiber optik model bayonet
FCKonektor fiber optik berulir
BNCKonektor coaxial pada sistem tertentu
SMAKonektor RF pada aplikasi tertentu

M. Fiber Optik

42. Konsep dasar fiber optik

  1. Fiber optik mengirimkan data menggunakan cahaya.
  2. Inti fiber disebut core.
  3. Lapisan di sekeliling core disebut cladding.
  4. Pelapis pelindung luar serat disebut coating.
  5. Struktur kabel secara keseluruhan dapat mencakup elemen pelindung tambahan sesuai desain.
  6. Core membawa cahaya.
  7. Cladding membantu mempertahankan cahaya di dalam core melalui perbedaan indeks bias dan prinsip pemantulan internal total.
  8. Fiber optik memiliki ketahanan yang baik terhadap gangguan elektromagnetik.
  9. Fiber dapat mendukung bandwidth tinggi dan jarak transmisi yang panjang.
  10. Fiber optik tidak menghantarkan sinyal data melalui arus listrik seperti kabel tembaga.

43. Single-mode dan multimode

Single-modeMultimode
Core berukuran relatif kecilCore berukuran lebih besar
Mendukung perambatan satu mode utamaMendukung banyak mode perambatan
Cocok untuk koneksi jarak jauhBanyak digunakan untuk jarak lebih pendek
Umum pada jaringan akses dan backboneUmum pada lingkungan tertentu seperti data center dan backbone pendek
Contoh ukuran core nominal: sekitar 9 µmContoh ukuran core nominal: 50 µm atau 62,5 µm

Hafalan: SM = Single-mode. MM = Multimode. Fiber single-mode umum digunakan untuk jarak lebih jauh. Fiber multimode umum digunakan untuk jarak lebih pendek. Jenis transceiver harus sesuai dengan jenis fiber dan spesifikasi link.

44. Panjang gelombang fiber optik

Panjang gelombangPenggunaan umum
850 nmBanyak digunakan pada sistem multimode
1310 nmUmum pada berbagai sistem single-mode dan aplikasi tertentu
1490 nmDigunakan pada beberapa sistem akses optik, termasuk downstream GPON
1550 nmDigunakan pada berbagai sistem single-mode dan distribusi optik tertentu
1270/1577 nmDapat digunakan pada teknologi akses optik tertentu, tergantung standar dan arah transmisi

Catatan: Panjang gelombang yang digunakan bergantung pada standar, perangkat, dan rancangan sistem. Jangan menganggap semua sistem fiber memakai panjang gelombang yang sama.

45. Redaman fiber optik

  1. Redaman adalah berkurangnya daya sinyal selama transmisi.
  2. Redaman fiber biasanya dinyatakan dalam dB atau dB/km.
  3. Sumber redaman dapat berupa fiber, konektor, sambungan/splice, tekukan, dan komponen optik.
  4. Tekukan yang terlalu tajam dapat meningkatkan redaman.
  5. Konektor kotor dapat menambah kehilangan daya dan menyebabkan masalah.
  6. Splicing yang buruk dapat menambah kehilangan daya.
  7. Daya optik sering dinyatakan dalam dBm.
  8. Nilai dBm merupakan daya absolut yang dirujuk terhadap 1 mW.
  9. Nilai dB menyatakan rasio atau perbedaan daya.
  10. Daya terima harus berada dalam rentang yang didukung perangkat.

46. dB dan dBm

dBm digunakan untuk menyatakan daya absolut. dB digunakan untuk menyatakan rasio atau perubahan daya.

Rumus perbandingan daya:
dB = 10 log10(P2/P1)

Rumus daya dalam dBm:
dBm = 10 log10(PmW / 1 mW)

Hafalan praktis:
- 0 dBm = 1 mW.
- Sekitar +3 dB = daya menjadi dua kali lipat.
- Sekitar −3 dB = daya menjadi setengah.
- +10 dB = daya sepuluh kali lipat.
- −10 dB = daya menjadi sepersepuluh.

47. Link budget fiber optik

PR = PT - Ltotal

Keterangan:
- PR = daya terima dalam dBm.
- PT = daya pancar dalam dBm.
- Ltotal = total kehilangan daya dalam dB.

Contoh: Daya pancar = +3 dBm. Total redaman = 20 dB. Daya terima teoritis = −17 dBm.

Hafalan: Redaman bertambah → daya terima menurun. Daya terima harus sesuai dengan sensitivitas dan batas maksimum receiver. Link budget harus mempertimbangkan panjang fiber, konektor, splice, splitter, dan margin desain jika relevan.

N. Teknologi Jaringan Akses dan Telekomunikasi

48. FTTH

FTTH = Fiber To The Home.

  1. FTTH menyediakan akses fiber sampai ke rumah pelanggan.
  2. ONT dipasang di sisi pelanggan.
  3. OLT merupakan perangkat pusat pada sistem akses optik pasif seperti GPON.
  4. OLT mengelola komunikasi menuju jaringan akses optik.
  5. Splitter optik membagi daya optik ke beberapa cabang tanpa konversi optik-elektrik aktif.
  6. Splitter menambah redaman optik.
  7. Kabel feeder menghubungkan bagian distribusi utama dengan jaringan distribusi berikutnya, sesuai rancangan jaringan.
  8. Kabel distribusi menghubungkan titik distribusi menuju bagian jaringan akses pelanggan.
  9. Kabel drop menghubungkan jaringan distribusi ke titik terminasi pelanggan sesuai desain.
  10. ODP merupakan titik distribusi optik yang digunakan pada rancangan jaringan akses tertentu.
  11. ODC merupakan kabinet distribusi optik yang digunakan pada rancangan tertentu.
  12. ODF merupakan rangka distribusi optik untuk terminasi dan pengelolaan fiber.
  13. Tidak semua jaringan FTTH memakai susunan perangkat dan titik terminasi yang persis sama.

49. GPON

GPON = Gigabit-capable Passive Optical Network.

  • GPON merupakan teknologi jaringan akses optik pasif.
  • OLT berada di sisi pusat.
  • ONT/ONU berada di sisi pelanggan atau dekat pelanggan, sesuai arsitektur.
  • Splitter optik tidak memerlukan daya listrik untuk membagi sinyal optik.
  • Splitter membagi daya optik sehingga setiap cabang menerima bagian dari daya yang tersedia.
  • OLT dan ONT/ONU harus kompatibel.
  • Rasio pembagian splitter memengaruhi anggaran daya optik.
  • Sistem akses optik menggunakan panjang gelombang yang ditentukan standar.

50. WLAN dan Wi-Fi

  1. WLAN = Wireless Local Area Network.
  2. Wi-Fi merupakan teknologi yang banyak digunakan untuk jaringan WLAN.
  3. Access point menyediakan akses jaringan nirkabel.
  4. SSID adalah nama jaringan Wi-Fi.
  5. BSSID mengidentifikasi BSS tertentu dan umumnya berkaitan dengan alamat MAC antarmuka radio AP.
  6. Frekuensi 2,4 GHz biasanya memiliki jangkauan relatif baik, tetapi dapat lebih padat dan rentan interferensi.
  7. Frekuensi 5 GHz menyediakan lebih banyak kanal pada banyak wilayah dan dapat menawarkan kapasitas tinggi, tetapi jangkauan umumnya lebih pendek dibandingkan 2,4 GHz pada kondisi sebanding.
  8. Frekuensi 6 GHz digunakan oleh Wi-Fi generasi yang mendukungnya, dengan ketersediaan dan aturan bergantung pada negara.
  9. Dinding, material bangunan, jarak, interferensi, dan posisi AP memengaruhi kualitas sinyal.
  10. Satu AP tidak selalu dapat melayani seluruh area dengan baik.
  11. Roaming memungkinkan perangkat berpindah koneksi antar-AP dalam jaringan yang dirancang mendukungnya.
  12. Bandwidth kanal yang lebih lebar dapat meningkatkan kapasitas, tetapi juga dapat mengurangi jumlah kanal yang tidak tumpang tindih dan meningkatkan paparan interferensi pada kondisi tertentu.

51. Keamanan Wi-Fi

  • WEP merupakan mekanisme keamanan lama dan tidak aman untuk penggunaan modern.
  • WPA2 umumnya menggunakan AES-CCMP dalam implementasi yang sesuai.
  • WPA3 meningkatkan mekanisme keamanan dibandingkan generasi sebelumnya.
  • PSK adalah kunci yang dibagikan untuk autentikasi jaringan tertentu.
  • 802.1X dapat digunakan untuk autentikasi berbasis pengguna atau perangkat melalui infrastruktur yang sesuai.
  • EAP merupakan kerangka autentikasi yang digunakan dalam berbagai metode 802.1X.
  • SSID tersembunyi bukan pengganti enkripsi.
  • Password kuat tidak menggantikan kebutuhan pembaruan perangkat lunak.
  • Segmentasi jaringan tamu dapat membatasi akses ke jaringan internal.
  • WPS memiliki risiko keamanan pada implementasi tertentu; kebijakan penggunaannya harus mempertimbangkan perangkat dan desain keamanan.

O. Microwave, VSAT, dan Jaringan Seluler

52. Microwave

  1. Microwave merupakan komunikasi menggunakan gelombang radio berfrekuensi tinggi.
  2. Link microwave point-to-point sering menggunakan antena terarah.
  3. Banyak link microwave terestrial memerlukan line of sight yang memadai.
  4. Hambatan seperti gedung, bukit, dan vegetasi dapat memengaruhi jalur radio.
  5. Hujan dapat memengaruhi kinerja link pada frekuensi tertentu, terutama frekuensi yang lebih tinggi.
  6. Microwave dapat digunakan untuk backhaul antarmenara atau antarlokasi.
  7. Perencanaan link perlu mempertimbangkan jarak, frekuensi, daya pancar, antena, dan kondisi jalur.
  8. Alignment antena penting untuk memperoleh kualitas link yang baik.

53. VSAT

VSAT = Very Small Aperture Terminal.

  • VSAT menggunakan komunikasi satelit.
  • Dapat digunakan di lokasi terpencil yang sulit dijangkau infrastruktur terestrial.
  • Membutuhkan terminal atau antena satelit serta perangkat pendukung.
  • Kualitas layanan dipengaruhi oleh kapasitas satelit, cuaca, frekuensi, dan kondisi link.
  • Sistem satelit geostasioner umumnya memiliki latensi lebih tinggi karena jarak orbit yang sangat jauh.
  • Tidak semua sistem satelit memiliki latensi yang sama; latensi bergantung pada orbit dan rancangan sistem.

54. Jaringan seluler

  • BTS merupakan Base Transceiver Station dalam konteks jaringan seluler.
  • eNodeB digunakan pada LTE.
  • gNodeB digunakan pada 5G NR.
  • SIM/eSIM digunakan untuk identitas pelanggan dan fungsi autentikasi sesuai sistem.
  • Jaringan seluler menggunakan spektrum radio berlisensi sesuai alokasi dan regulasi.
  • Kualitas koneksi dipengaruhi oleh kekuatan sinyal, interferensi, kapasitas sel, dan jarak.
  • Handover memungkinkan koneksi berpindah antarsel ketika perangkat bergerak.
  • 4G LTE merupakan generasi teknologi seluler sebelum 5G NR.
  • 5G dapat menyediakan kapasitas dan latensi yang lebih baik pada kondisi serta konfigurasi tertentu.
  • Kecepatan nyata bergantung pada perangkat, spektrum, kapasitas jaringan, dan kondisi radio.

P. Perangkat Pengukuran Jaringan

55. LAN tester

Fungsi:
- Memeriksa kontinuitas kabel.
- Memeriksa urutan pin kabel pada model yang mendukung.
- Membantu mengidentifikasi open, short, crossed pair, atau kesalahan susunan kabel sesuai kemampuan alat.
- Beberapa model lanjutan dapat mengukur panjang kabel atau memetakan pasangan kabel.

Batas kemampuan: LAN tester sederhana tidak selalu dapat membuktikan bahwa kabel memenuhi spesifikasi performa Ethernet pada kecepatan tertentu.

56. Cable certifier dan cable mapper

AlatFungsi
Cable tester sederhanaPemeriksaan dasar kontinuitas dan susunan kabel
Wiremap testerPemeriksaan pemetaan pin dan pasangan kabel
Cable certifierMenguji apakah instalasi memenuhi spesifikasi kategori atau standar yang didukung
Cable qualifierMenilai apakah link dapat mendukung tingkat performa atau aplikasi tertentu
Toner and probeMembantu menemukan atau menelusuri kabel
TDRMemperkirakan lokasi gangguan berdasarkan refleksi sinyal pada media yang sesuai

57. Alat ukur fiber optik

AlatFungsi
OPM (Optical Power Meter)Mengukur daya optik yang diterima
Optical Light SourceMenghasilkan sinyal optik pada panjang gelombang tertentu untuk pengujian
OTDRMenganalisis refleksi dan hamburan balik untuk memperkirakan lokasi event atau gangguan pada fiber
Fiber inspection microscopeMemeriksa kondisi permukaan konektor fiber
VFL (Visual Fault Locator)Menggunakan cahaya tampak untuk membantu menemukan patahan atau kebocoran cahaya pada kondisi tertentu
Fusion splicerMenyambung fiber optik menggunakan proses penyambungan fusi
CleaverMemotong ujung fiber secara presisi sebelum penyambungan
Optical attenuatorMengurangi daya optik sesuai nilai atenuasi yang ditentukan

58. OPM dan Light Source

  • OPM mengukur daya optik.
  • Light Source menghasilkan sinyal optik.
  • Untuk mengukur kehilangan daya pada link, sumber dan meter perlu sesuai dengan panjang gelombang serta prosedur pengukuran.
  • OPM dapat menampilkan nilai dBm.
  • Kehilangan daya relatif sering dinyatakan dalam dB.
  • Konektor perlu dibersihkan dan diperiksa sebelum pengukuran.
  • Jangan menatap ujung fiber yang sedang aktif.
  • Daya pancar dan daya terima tidak sama jika terdapat redaman di sepanjang link.

59. OTDR

Fungsi utama:
- Memperkirakan lokasi sambungan, konektor, tekukan, atau event lain berdasarkan respons optik.
- Mengukur jarak ke event.
- Membantu menganalisis karakteristik redaman sepanjang fiber.
- Mengidentifikasi patahan atau gangguan yang dapat terlihat dari jejak OTDR.

Hafalan:
- OPM mengukur daya optik pada titik pengukuran.
- OTDR menganalisis karakteristik link sepanjang fiber.
- OTDR bukan pengganti semua pengukuran daya akhir-ke-akhir.
- Pengaturan pulse width, panjang fiber, dan parameter pengujian memengaruhi hasil OTDR.

Q. Keamanan Jaringan

60. Ancaman jaringan

AncamanPengertian
MalwarePerangkat lunak berbahaya
VirusMalware yang dapat menempel pada file atau program dan menyebar ketika dijalankan
WormMalware yang dapat menyebar secara mandiri melalui jaringan atau mekanisme lain
TrojanProgram yang menyamar sebagai perangkat lunak yang sah atau berguna
RansomwareMalware yang mengenkripsi atau mengunci data dan menuntut tebusan
PhishingUpaya menipu pengguna untuk memperoleh informasi atau mendorong tindakan berbahaya
SpoofingPemalsuan identitas atau informasi tertentu
SniffingPengamatan atau penangkapan lalu lintas jaringan
DoSSerangan yang mengganggu ketersediaan layanan
DDoSSerangan penolakan layanan yang melibatkan banyak sumber
Brute forcePercobaan banyak kombinasi kredensial
Man-in-the-middlePosisi penyerang di antara pihak yang berkomunikasi untuk mengamati atau memanipulasi komunikasi
Rogue APAccess point tidak sah atau tidak dikelola sesuai kebijakan
Evil twinAccess point palsu yang meniru jaringan sah untuk menipu pengguna
Insider threatRisiko yang berasal dari orang yang memiliki akses internal
Social engineeringManipulasi manusia untuk memperoleh akses atau informasi

61. Prinsip keamanan jaringan

Hafalkan tiga prinsip utama: CIA Triad

  1. Confidentiality: kerahasiaan informasi.
  2. Integrity: keutuhan dan keakuratan informasi.
  3. Availability: ketersediaan layanan atau informasi.

Prinsip tambahan:
- Authentication = memverifikasi identitas.
- Authorization = menentukan hak akses.
- Accounting/Auditing = mencatat aktivitas atau penggunaan.
- Least privilege = memberikan hak akses minimum yang diperlukan.
- Defense in depth = menggunakan beberapa lapisan pertahanan.
- Segmentation = memisahkan jaringan untuk membatasi akses dan dampak insiden.
- Encryption = melindungi kerahasiaan data dengan mekanisme enkripsi.
- Backup = menyediakan salinan data untuk pemulihan.
- Patch management = mengelola pembaruan keamanan.
- MFA = autentikasi dengan lebih dari satu faktor.
- Logging = pencatatan peristiwa sistem.
- Monitoring = pengamatan kondisi atau aktivitas sistem.

62. Keamanan perangkat jaringan

  1. Ganti kredensial bawaan.
  2. Gunakan password kuat dan unik.
  3. Perbarui firmware dan perangkat lunak.
  4. Nonaktifkan layanan yang tidak diperlukan.
  5. Batasi akses manajemen jaringan.
  6. Gunakan SSH daripada Telnet untuk administrasi jarak jauh apabila didukung.
  7. Gunakan protokol aman untuk pengelolaan perangkat.
  8. Pisahkan jaringan tamu dari jaringan internal.
  9. Terapkan aturan firewall sesuai kebutuhan.
  10. Simpan cadangan konfigurasi.
  11. Pantau log dan aktivitas yang tidak wajar.
  12. Terapkan hak akses minimum.
  13. Gunakan autentikasi yang sesuai dengan risiko.
  14. Hindari mengungkapkan kredensial melalui pesan atau media yang tidak aman.
  15. Dokumentasikan perubahan konfigurasi.

R. K3LH dan Keselamatan Kerja Jaringan

63. Pengertian dasar

  • K3: Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  • K3LH: Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup.
  • APD: Alat Pelindung Diri.
  • SOP: Standard Operating Procedure atau prosedur operasi standar.
  • P3K: Pertolongan Pertama pada Kecelakaan.

64. Prinsip keselamatan kerja

  1. Identifikasi bahaya sebelum memulai pekerjaan.
  2. Nilai risiko berdasarkan kemungkinan dan dampaknya.
  3. Gunakan APD yang sesuai.
  4. Periksa kondisi alat sebelum digunakan.
  5. Ikuti SOP dan instruksi kerja.
  6. Jaga area kerja tetap rapi.
  7. Hindari kabel berserakan yang dapat menyebabkan tersandung.
  8. Jangan bekerja pada peralatan listrik berbahaya tanpa prosedur dan kompetensi yang sesuai.
  9. Putuskan sumber daya jika pekerjaan mengharuskannya dan lakukan pengamanan yang sesuai.
  10. Gunakan tangga atau alat akses yang aman ketika bekerja di ketinggian.
  11. Jangan bekerja di ketinggian tanpa pelatihan, perlindungan jatuh, dan prosedur yang diperlukan.
  12. Jangan mengarahkan cahaya laser atau sumber optik aktif ke mata.
  13. Jangan melihat langsung ke ujung fiber yang belum dipastikan tidak aktif.
  14. Kumpulkan serpihan fiber menggunakan prosedur yang aman.
  15. Buang limbah sesuai ketentuan lingkungan.
  16. Laporkan kondisi berbahaya dan insiden.
  17. Pastikan perangkat dan kabel tidak menghalangi jalur evakuasi.
  18. Hindari penggunaan alat rusak.
  19. Jaga ventilasi dan suhu lingkungan perangkat.
  20. Gunakan teknik pengangkatan yang aman untuk perangkat berat.

65. Bahaya pada pekerjaan jaringan

BahayaPencegahan
Tersandung kabelTata dan ikat kabel dengan rapi
Sengatan listrikIkuti prosedur isolasi sumber daya dan gunakan perlindungan sesuai risiko
Jatuh dari ketinggianGunakan alat akses dan sistem perlindungan yang sesuai
Serpihan fiberGunakan prosedur penanganan dan pembuangan serpihan yang aman
Paparan laser optikJangan melihat langsung ke sumber optik aktif
Cedera tanganGunakan alat yang sesuai dan periksa kondisinya
Perangkat terlalu panasPastikan ventilasi dan pendinginan memadai
Kebakaran listrikGunakan instalasi sesuai standar dan hindari beban berlebih
Kerusakan alatGunakan, simpan, dan kalibrasi alat sesuai petunjuk
Limbah elektronikPisahkan dan kelola sesuai aturan lingkungan

66. Keselamatan instalasi fiber optik

  1. Pastikan status sumber optik sebelum membuka atau memeriksa konektor.
  2. Jangan melihat langsung ke ujung fiber.
  3. Gunakan alat inspeksi yang sesuai.
  4. Bersihkan konektor dengan perlengkapan yang tepat.
  5. Tangani serpihan fiber dengan hati-hati.
  6. Jangan menyentuh serpihan fiber secara langsung.
  7. Simpan serpihan dalam wadah khusus yang sesuai.
  8. Patuhi batas tekukan minimum kabel.
  9. Jangan menarik kabel melebihi batas gaya tarik yang ditentukan.
  10. Gunakan alat dan perlindungan yang sesuai untuk pekerjaan di ketinggian.
  11. Amankan area kerja.
  12. Dokumentasikan hasil pengujian dan penyambungan.

RINGKASAN, ISTILAH, DAN EVALUASI

S. Angka dan Istilah yang Wajib Hafal

67. Angka jaringan

InformasiNilai
Panjang IPv432 bit
Panjang IPv6128 bit
Panjang satu oktet IPv48 bit
Nilai satu oktet IPv40–255
Jumlah layer OSI7
Jumlah layer TCP/IP yang umum diajarkan4
Port HTTPTCP 80
Port HTTPS berbasis TCPTCP 443
Port DNSUDP/TCP 53
Port SSHTCP 22
Port DHCPv4 serverUDP 67
Port DHCPv4 clientUDP 68
Port NTPUDP 123
Port SMTPTCP 25 dalam penggunaan umum
Port SNMPUDP 161 untuk kueri umum
Loopback IPv4127.0.0.1
Loopback IPv6::1
IPv4 link-local169.254.0.0/16
Private IPv410/8, 172.16/12, 192.168/16

68. Istilah yang sering tertukar

Istilah 1Istilah 2Perbedaannya
IP addressMAC addressIP untuk pengalamatan logis; MAC untuk komunikasi Layer 2
RouterSwitchRouter meneruskan paket antarjaringan; switch Layer 2 meneruskan frame berdasarkan MAC
HubSwitchHub meneruskan sinyal ke port lain; switch mempelajari MAC dan meneruskan frame sesuai tabel
DNSDHCPDNS melakukan resolusi nama; DHCP memberikan konfigurasi jaringan
ARPDNSARP memetakan IPv4 ke MAC lokal; DNS menerjemahkan nama menjadi informasi alamat atau layanan
TCPUDPTCP menyediakan mekanisme transport andal; UDP lebih sederhana dan tidak menyediakan jaminan yang sama
Private IPPublic IPPrivate digunakan pada jaringan privat; public dapat dirutekan pada internet sesuai alokasi dan kebijakan
Network addressBroadcast addressAlamat identitas subnet; alamat untuk broadcast IPv4 subnet
Subnet maskDefault gatewaySubnet mask menentukan prefix jaringan; gateway menjadi jalur ke jaringan lain
OPMOTDROPM mengukur daya optik; OTDR menganalisis karakteristik link sepanjang fiber
Light SourceOPMLight Source menghasilkan sinyal optik; OPM mengukur daya optik
Single-modeMultimodeBerbeda pada mode perambatan, ukuran core, dan penggunaan umum
OLTONTOLT di sisi pusat akses optik; ONT di sisi pelanggan
ODFODPODF untuk terminasi/pengelolaan fiber; ODP untuk titik distribusi optik pada rancangan tertentu
VLANSubnetVLAN memisahkan jaringan Layer 2; subnet membagi ruang alamat IP
RoutingNATRouting menentukan jalur paket; NAT menerjemahkan alamat atau informasi terkait sesuai aturan
AuthenticationAuthorizationAuthentication memverifikasi identitas; authorization menentukan hak akses
ConfidentialityIntegrityConfidentiality melindungi kerahasiaan; integrity menjaga keutuhan data
BandwidthThroughputBandwidth adalah kapasitas teoritis atau yang disediakan; throughput adalah laju data yang benar-benar tercapai
LatencyJitterLatency adalah waktu tunda; jitter adalah variasi waktu tunda
AttenuationInterferenceAttenuation adalah pelemahan sinyal; interference adalah gangguan dari sinyal atau sumber lain
AvailabilityReliabilityAvailability menunjukkan ketersediaan layanan; reliability berkaitan dengan kemungkinan layanan berjalan tanpa kegagalan selama periode tertentu

T. Hafalan Analisis Soal Berbasis Kasus

Bagian ini penting karena soal TKA tidak selalu menanyakan definisi langsung.

69. Jika gejalanya seperti ini, pikirkan konsep berikut

  • Kasus 1: Satu komputer kehilangan koneksi, sedangkan komputer lain normal.
    Pikirkan: Kabel akses, Port switch, NIC, Konfigurasi IP, Firewall pada komputer, Kondisi sistem operasi.
  • Kasus 2: Seluruh komputer pada satu switch kehilangan koneksi bersamaan.
    Pikirkan: Catu daya switch, Kerusakan switch, Uplink, VLAN atau konfigurasi bersama, Perangkat pusat lain yang digunakan bersama.
  • Kasus 3: Komputer dapat mengakses gateway, tetapi tidak dapat mengakses jaringan lain.
    Pikirkan: Routing, Gateway dan subnet mask, Firewall atau ACL, NAT jika dibutuhkan, Konektivitas WAN atau jaringan tujuan.
  • Kasus 4: Alamat IP tujuan dapat diakses, tetapi nama domain gagal.
    Pikirkan: DNS, Konfigurasi DNS, Cache DNS, Mekanisme resolusi nama lokal.
  • Kasus 5: Komputer tidak mendapat alamat IP dari DHCP.
    Pikirkan: Server DHCP, Ketersediaan alamat dalam pool, VLAN, DHCP relay jika server berada di jaringan lain, Konektivitas Layer 2 dan Layer 3.
  • Kasus 6: Dua komputer berbeda VLAN tidak dapat berkomunikasi.
    Pikirkan: Inter-VLAN routing, Gateway masing-masing VLAN, Trunk, VLAN yang diizinkan pada trunk, Firewall atau ACL.
  • Kasus 7: Link fiber memiliki daya terima terlalu rendah.
    Pikirkan: Konektor kotor, Sambungan/splice, Tekukan kabel, Splitter, Panjang fiber, Ketidakcocokan transceiver, Link budget.
  • Kasus 8: Koneksi Wi-Fi lemah di ruangan tertentu.
    Pikirkan: Jarak ke AP, Hambatan fisik, Interferensi, Posisi AP, Band frekuensi, Kepadatan pengguna, Konfigurasi kanal.
  • Kasus 9: Koneksi microwave sering terganggu setelah pemasangan bangunan baru.
    Pikirkan: Line of sight, Hambatan jalur radio, Alignment antena, Kondisi lingkungan radio.
  • Kasus 10: Hasil pengukuran daya optik berbeda dari nilai desain.
    Pikirkan: Panjang gelombang pengujian, Kalibrasi atau kondisi alat, Kebersihan konektor, Kondisi sambungan, Splitter, Redaman total, Metode pengukuran.

U. Ringkasan Hafalan Prioritas Tertinggi

Jika siswa belum sanggup menghafal seluruh daftar, hafalkan 50 poin berikut terlebih dahulu.

  1. Router menghubungkan jaringan berbeda dan meneruskan paket berdasarkan IP.
  2. Switch Layer 2 meneruskan frame berdasarkan MAC address.
  3. Hub meneruskan sinyal ke port lain tanpa mempelajari MAC address.
  4. Access point menghubungkan perangkat nirkabel ke jaringan.
  5. ONT mengakhiri koneksi fiber optik pelanggan.
  6. NIC adalah antarmuka jaringan perangkat.
  7. Topologi star menggunakan perangkat pusat.
  8. Putusnya satu kabel akses pada star biasanya hanya memengaruhi satu perangkat.
  9. Kerusakan perangkat pusat pada star dapat berdampak pada banyak perangkat.
  10. Bus menggunakan kabel utama dan membutuhkan terminasi yang sesuai.
  11. Mesh dapat menyediakan jalur alternatif.
  12. OSI memiliki tujuh layer.
  13. TCP/IP lazim dijelaskan dengan empat layer.
  14. Physical berkaitan dengan kabel, konektor, dan sinyal.
  15. Data Link berkaitan dengan frame dan MAC address.
  16. Network berkaitan dengan IP dan routing.
  17. Transport berkaitan dengan TCP, UDP, dan port.
  18. Application berkaitan dengan layanan jaringan untuk aplikasi.
  19. IPv4 memiliki panjang 32 bit.
  20. IPv6 memiliki panjang 128 bit.
  21. Private IPv4 mencakup 10/8.
  22. Private IPv4 mencakup 172.16/12.
  23. Private IPv4 mencakup 192.168/16.
  24. Default gateway digunakan untuk mencapai jaringan di luar subnet lokal.
  25. /24 memiliki 256 alamat dan 254 host yang dapat digunakan pada subnet konvensional.
  26. /25 memiliki 128 alamat dan 126 host yang dapat digunakan.
  27. /26 memiliki 64 alamat dan 62 host yang dapat digunakan.
  28. /27 memiliki 32 alamat dan 30 host yang dapat digunakan.
  29. /28 memiliki 16 alamat dan 14 host yang dapat digunakan.
  30. /29 memiliki 8 alamat dan 6 host yang dapat digunakan.
  31. /30 memiliki 4 alamat dan 2 host yang dapat digunakan.
  32. DHCP memberikan konfigurasi IP secara otomatis.
  33. DNS menerjemahkan nama domain atau hostname menjadi informasi alamat atau layanan.
  34. ARP memetakan IPv4 ke MAC address pada jaringan lokal.
  35. NAT menerjemahkan alamat atau informasi terkait sesuai aturan.
  36. VLAN memisahkan jaringan Layer 2 secara logis.
  37. Routing menentukan jalur penerusan paket.
  38. TCP menyediakan mekanisme transport yang andal.
  39. UDP tidak memberikan jaminan keandalan dan pengurutan seperti TCP.
  40. HTTP umumnya menggunakan TCP port 80.
  41. HTTPS berbasis TCP umumnya menggunakan TCP port 443.
  42. DNS umumnya menggunakan port 53.
  43. SSH menggunakan TCP port 22 secara default.
  44. Fiber optik mengirim data menggunakan cahaya.
  45. Single-mode umumnya digunakan untuk jarak lebih jauh dibandingkan multimode.
  46. OPM mengukur daya optik.
  47. OTDR menganalisis karakteristik link sepanjang fiber.
  48. WLAN merupakan jaringan area lokal nirkabel.
  49. K3 menekankan keselamatan dan kesehatan kerja.
  50. Troubleshooting yang baik dilakukan bertahap berdasarkan gejala dan hasil pengujian, bukan dengan langsung mengganti perangkat.

V. Checklist Hafalan

Gunakan daftar berikut untuk mengevaluasi kesiapan sebelum TKA. Beri tanda centang pada materi yang sudah dapat dijelaskan tanpa melihat catatan.

Pertemuan 1

  • Saya dapat menjelaskan fungsi router, switch, hub, AP, ONT, dan NIC.
  • Saya dapat membedakan fungsi switch dan router.
  • Saya dapat menjelaskan topologi star, bus, ring, dan mesh.
  • Saya dapat menganalisis dampak kerusakan pada setiap topologi.
  • Saya hafal tujuh layer OSI.
  • Saya hafal empat layer TCP/IP.
  • Saya dapat membedakan alamat IP dan MAC address.
  • Saya memahami TCP, UDP, ARP, DNS, dan DHCP.
  • Saya dapat menentukan layer yang berkaitan dengan gejala gangguan.

Pertemuan 2

  • Saya memahami IPv4 dan IPv6.
  • Saya hafal tiga rentang IPv4 private.
  • Saya dapat membaca alamat IP dan subnet mask.
  • Saya dapat menghitung subnet /24 sampai /30.
  • Saya dapat menentukan network address dan broadcast address.
  • Saya dapat menentukan rentang host.
  • Saya memahami default gateway.
  • Saya dapat menjelaskan DHCP, DNS, NAT, VLAN, dan routing.
  • Saya hafal port protokol yang umum.
  • Saya dapat menganalisis masalah konektivitas berdasarkan gejalanya.

Pertemuan 3

  • Saya dapat membedakan UTP, STP, coaxial, dan fiber optik.
  • Saya hafal T568A dan T568B.
  • Saya memahami single-mode dan multimode.
  • Saya memahami dB, dBm, redaman, dan link budget.
  • Saya memahami FTTH, GPON, OLT, ONT, ODP, ODC, dan ODF.
  • Saya memahami WLAN dan keamanan Wi-Fi.
  • Saya memahami microwave, VSAT, dan jaringan seluler.
  • Saya dapat membedakan fungsi LAN tester, OPM, Light Source, dan OTDR.
  • Saya memahami ancaman dan prinsip keamanan jaringan.
  • Saya memahami prinsip K3LH pada instalasi jaringan.
  • Saya dapat memilih tindakan aman dalam skenario pekerjaan jaringan.
Target akhir: Siswa tidak hanya mampu menyebutkan definisi, tetapi juga dapat menjelaskan mengapa suatu perangkat, protokol, media, atau langkah troubleshooting sesuai dengan kasus yang diberikan.